Minggu, 22 Februari 2026

Cara memasak kangkung serta tambahan tempe, tahu dan ayam geprek

 Cara memasak kangkung serta tambahan tempe, tahu dan ayam geprek 


 Bahan-bahan:

Sayuran: Kangkung (potong-potong dan cuci bersih).


Bumbu Iris: Bawang merah, bawang putih, bawang bombai, dan cabai.


Penyedap & Saus: Garam, penyedap rasa, lada bubuk, saus tiram, kecap manis, dan minyak wijen.


Tambahan: Minyak goreng untuk menumis dan sedikit air.


Cara Memasak:

Tumis Bumbu: Panaskan minyak, tumis bawang bombai terlebih dahulu hingga layu.


Masukkan Bumbu Lain: Masukkan irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Aduk hingga aromanya wangi.


Tambahkan Air & Kangkung: Tuangkan sedikit air, lalu masukkan semua kangkung. Aduk hingga kangkung layu atau "lemas".


Pemberian Rasa: Masukkan garam, penyedap rasa, lada bubuk, saus tiram, kecap, dan minyak wijen.


Penyajian: Aduk semua bahan hingga merata dan matang. 

Dan masukan tambahan topping tempe, tahu dan ayam geprek dan tumis kangkung siap di buat

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik


Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik  

1. Pendahuluan 
    Alasan saya memilih kangkung karena kangkung bisa di masak dengan gampang

Harapan saya dengan tananam saya semoga saat memasak kangkung, kangkung nya enak untuk di makan dan

Proyek ini saya lakukan untuk menyelesaikan proyek, dan menghargai ciptaan tumbuhan dari tuhan

2. Proses menanam (Dokumentasi Naratif & Visual 
     Hari pertama:
     Saat pertama kali menyiapkan pot, tanah, dan benih, saya merasa bersemangat sekaligus penasaran. Tanah yang saya gunakan adalah campuran tanah hitam dan sedikit pupuk kompos dari pak Sigit agar lebih subur. Benih kangkung terlihat kecil, bulat, dan berwarna cokelat gelap. Ketika memegangnya di atas tanah, Saya menaburkan benih secara perlahan, lalu menutupnya dengan lapisan tanah tipis dan menyiramnya dengan hati-hati. Dalam hati saya berkata, “Benih ini tampak begitu kecil dan tak berdaya. Namun saya percaya Tuhan sudah menaruh kehidupan di dalamnya.”
Hari-hari berikutnya saya rutin menyiram setiap pagi dan sore. Kadang saya merasa tidak sabar menunggu tunas muncul. Setiap hari saya mengamati pot dengan harapan melihat perubahan. Pada hari

ketiga, akhirnya terlihat tunas kecil yang menembus tanah. Saya merasa sangat senang dan bersyukur. Tunas kecil itu menjadi tanda bahwa kesabaran dan usaha tidak sia-sia. Saya belajar bahwa

pertumbuhan tidak bisa dipaksa. Semua membutuhkan waktu, seperti halnya hidup dan iman. Kesabaran saya mulai diuji, tetapi saya semakin mengerti bahwa Tuhan juga bekerja dalam proses yang tidak selalu terlihat.
Ketika tanaman mulai membesar, saya memastikan kangkung mendapat cukup sinar matahari dan air. Saya juga menambahkan sedikit pupuk agar tumbuh lebih subur. Daunnya semakin lebar dan batangnya semakin tinggi. Melihatnya tumbuh rimbun membuat saya bangga dan bahagia.

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa merawat adalah komitmen, bukan hanya semangat di awal saja. Seperti iman, tanaman juga perlu dirawat setiap hari. Melalui kangkung kecil ini, saya belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, dan rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa merawat tanaman berarti ikut merawat bumi. Hal kecil seperti menanam kangkung bisa menjadi wujud nyata iman dalam tindakan.

3. Tantangan dan Hambatan yang Dialami

Kesulitan Spesifik
Tanaman kangkung saya ada yang layu.
Detail Kisah:
Pada hari keempat, saya melihat beberapa kangkung terlihat lemas dan daunnya agak menguning. Ternyata tanahnya cukup kering karena cuaca panas dan saya terlambat menyiram.

 Reaksi Awal (Manusiawi):
Saya merasa sedih dan kecewa karena takut tanaman saya tidak tumbuh dengan baik.

Pertimbangan (Iman & Akal Budi):
Saya mencoba tenang dan berpikir mungkin tanaman layu karena kurang air. Saya sadar bahwa merawat tanaman harus sabar dan tidak boleh lalai.

Tindakan (Solusi Konkret):
Saya segera menyiram tanaman secukupnya dan memindahkan pot ke tempat yang tidak terlalu panas. Setelah itu, saya lebih rutin menyiram setiap hari.

Pelajaran dari Tantangan:
Saya belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan tanggung jawab dan perhatian. Jika ada masalah, saya harus

4. Pelajaran hidup yang harus di ambil 

Pertama: Saya belajar bahwa segala sesuatu butuh proses. Kita tidak bisa memaksa alam tumbuh lebih cepat sesuai keinginan kita.

Kedua: Hal kecil yang dilakukan rutin itu penting. Dari menyiram setiap hari, saya belajar disiplin dan bertanggung jawab.

Ketiga: Tanaman kangkung mengajarkan saya tentang keteguhan. Walaupun sempat rusak, tetap bisa tumbuh kembali. Itu membuat saya tidak mudah putus asa.

Keempat: Ada hubungan saling membutuhkan. Saya merawat tanaman, dan tanaman memberi saya pelajaran serta manfaat. Artinya, kita saling bergantung satu sama lain.

5. Refleksi Iman Katolik
• Harapan dalam Pertumbuhan
Mazmur 65:10
“Engkau mengindahkan bumi, membuatnya berlimpah-limpah; Engkau sangat memperkayanya.”
Tuhanlah yang memberi kesuburan dan kehidupan. Saat tanaman tumbuh dengan baik, kita diingatkan bahwa Tuhan selalu menyediakan dan memelihara ciptaan-Nya.
• Berbuah dalam Kebaikan
 

Yohanes 15:5
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.”
Seperti tanaman yang menghasilkan daun dan buah, kita juga dipanggil untuk menghasilkan buah kebaikan dalam hidup sehari-hari.
• Setia dalam Hal Kecil
Lukas 16:10
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
Merawat satu pot tanaman mungkin terlihat sederhana, tetapi kesetiaan dalam hal kecil melatih kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam hal yang lebih besar.

6. Penutup dan Doa Syukur
• Penutup
Ringkasan:
Melalui kegiatan menanam ini, saya belajar bahwa setiap proses membutuhkan waktu dan perhatian. Dari biji kecil hingga tumbuh besar, saya memahami arti ketekunan, tanggung jawab, dan rasa syukur atas karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan Pribadi:
Sekarang saya menyadari bahwa hal sederhana seperti tanaman mengandung makna yang dalam. Saya belajar untuk lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan lebih menghargai setiap hasil yang diperoleh melalui usaha dan doa.
• Doa Syukur
Tuhan yang Mahabaik,
aku bersyukur atas kesempatan belajar melalui tanaman kecil ini.
Terima kasih karena Engkau memberi pertumbuhan pada setiap benih.
Ajari aku untuk sabar dalam menunggu hasil dan tekun dalam berusaha.
Semoga aku semakin peduli terhadap lingkungan dan mampu menjaga ciptaan-Mu dengan penuh kasih.
Bimbinglah langkahku agar selalu setia melakukan kebaikan, walau dimulai dari hal yang kecil.
Amin.

Kamis, 27 November 2025

SAINT MARY WAY




 SAINT MARY WAY




Reflection on the Saint Mary Way Activity – 11 October 2025

On 11 October 2025, we held the Saint Mary Way activity at a nursing home. We began by gathering in the hall and praying so that the event would run smoothly. The day felt special because we wanted not only to entertain the grandmothers, but also to learn about the meaning of serving others.

The moment that stayed with me the most happened during the ball-passing game. When the music stopped, the ball landed on a quiet grandmother. At first she seemed shy, but then she slowly began to talk. She shared stories about her youth in Sulawesi, her children who now live far away, and the loneliness she sometimes feels. Her trembling hands, gentle voice, and honesty touched my heart deeply.

The room became very quiet, as if everyone wanted to honor her life story. I also remember another joyful moment when a grandmother sang a Chinese song while lying down, making everyone laugh and smile.

From this experience, I realized the values of Mother Mary: humility and compassion. Like Mary, we were invited to listen, be present, and care sincerely, even through simple actions. I also felt God’s presence—in the grandmother’s honesty, in the strength of the elderly, in our small acts of service, and in the peaceful prayer at the end.

I learned something about myself too. I discovered that I could be more patient and gentle than I thought. I managed to stay calm, help the elderly, and make them feel comfortable through small actions like smiling or holding their hand.

From this, I chose one small habit to continue in daily life: to greet and pay attention to people who seem alone, whether at school or anywhere else. A simple smile or short conversation can mean a lot.

The Saint Mary Way activity was not just a service activity, but a meaningful journey—to see deeper, listen sincerely, and act with compassion.



Senin, 24 November 2025

PELAYANAN PANTI WERDA




MELIHAT KEMBALI PENGALAMAN PELAYANAN DI PANTI WERDA 


Refleksi Kegiatan Saint Mary Way – 11 Oktober 2025


SEE (MELIHAT)

“Melihat Kembali Pengalaman Pelayanan di Panti Wreda”

Pada 11 Oktober 2025, kami melaksanakan kegiatan Saint Mary Way di panti werda, sebuah kegiatan yang sudah kami persiapkan sejak beberapa minggu sebelumnya. Seperti biasa, kami memulai dengan berkumpul di aula dan berdoa bersama supaya Tuhan menyertai seluruh rangkaian acara. Suasananya terasa hangat, dan hari itu terasa istimewa karena kami tidak hanya ingin menghibur para oma tetapi juga ingin belajar memahami makna pelayanan yang sebenarnya.

Kegiatan diawali dengan menyanyi bersama. Lagu-lagu sederhana yang kami bawakan langsung membuat suasana ceria. Beberapa oma tersenyum, beberapa ikut bernyanyi pelan. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan permainan oper bola. Inilah momen yang paling membekas bagiku. Ketika musik berhenti, bola jatuh di pangkuan seorang oma yang sejak awal tampak pendiam. Ia hanya tersenyum kecil sepanjang kegiatan, seolah ingin ikut aktif tetapi masih ragu.

Namun ketika bola berhenti padanya, semuanya berubah. Kami semua menatapnya dengan lembut, menunggu ia berbicara. Awalnya aku khawatir ia akan menolak, tetapi beberapa detik kemudian, ia mulai bercerita dengan suara pelan. Ia mengenang masa mudanya di Sulawesi, tentang anak-anaknya yang tinggal jauh, dan tentang rasa sepi yang kadang muncul walaupun ia dikelilingi teman-temannya di panti.

Yang aku lihat saat itu adalah tangannya yang sedikit bergetar sambil memegang bola biru kecil. Yang aku dengar adalah suara lembutnya yang kadang terhenti. Yang aku rasakan adalah campuran hangat dan sedih—hangat karena ia mau membagikan cerita yang begitu pribadi, dan sedih karena aku menyadari bahwa di balik senyum para lansia, ada cerita panjang yang mungkin jarang mereka bagi.

Selain itu, ada satu momen lain yang membuat suasana semakin hidup. Seorang nenek tiba-tiba bernyanyi lagu berbahasa Mandarin sambil berdiri. Suaranya lembut namun ceria, dan membuat seluruh ruangan tertawa kecil dan tersenyum.

Peranku pada hari itu cukup beragam. Aku membantu membagikan makanan, menemani oma mengobrol, dan ikut memimpin permainan. Aku juga berusaha menyapa mereka satu per satu supaya mereka merasa diperhatikan. Walaupun kadang aku lelah atau bingung harus melakukan apa, aku mencoba tetap tenang dan tersenyum.

Semua momen itu membuatku benar-benar melihat pelayanan bukan hanya sebagai kegiatan sekolah, tetapi sebagai pengalaman yang menyentuh hati.


JUDGE (MENILAI)
 

Ketika merenungkan pengalaman “See” tadi, aku menyadari bahwa nilai-nilai Spiritualitas Maria hadir dengan sangat jelas dalam pelayanan ini.

1. Rendah Hati
Melalui kegiatan ini, aku belajar bahwa pelayanan tidak harus besar dan mencolok. Aku tidak melakukan hal luar biasa—hanya membantu, mendengarkan, dan menyapa. Namun rasanya justru di situlah letak kerendahan hati. Aku melayani tanpa mengharapkan pujian, tanpa perlu terlihat paling hebat atau paling sibuk. Ada kebahagiaan yang sederhana ketika aku melihat oma tersenyum karena cerita yang ia bagikan didengarkan dengan tulus.

2. Setia
Pengalaman ini memperkuat rasa setiaku pada imanku. Aku merasakan bahwa setiap tindakan kecil dalam pelayanan adalah bagian dari panggilan sebagai murid Kristus. Saat kami berdoa bersama di akhir kegiatan, aku benar-benar merasakan kedekatan dengan Tuhan dan Gereja. Rasanya seperti Tuhan mengingatkan bahwa pelayanan adalah bagian dari perjalanan iman yang tidak boleh diabaikan.

3. Melakukan Kehendak Allah
Aku melihat “tangan Tuhan” hadir dalam kehangatan suasana hari itu. Tuhan hadir dalam keberanian oma yang mau bercerita, dalam tawa mereka saat bernyanyi, dan dalam ketenangan yang muncul ketika kami mendengarkan. Pelayanan ini menjadi wujud kasih kepada Tuhan melalui kasih kepada sesama. Seperti tertulis dalam imamat 19:32: "Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menghormati orang yang tua, dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN."
Aku merasakan bahwa menghormati mereka bukan hanya tugas, tetapi ungkapan cinta yang Tuhan kehendaki.

---

ACT (BERTINDAK)

Pengalaman ini membuatku bertanya kepada diriku sendiri: Setelah semua yang aku alami, apa yang harus kulakukan?

Aku menyadari bahwa aku ingin melanjutkan pelayanan ini dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus dengan selalu pergi ke panti wreda atau mengikuti acara besar—tetapi melalui tindakan kecil yang konsisten.

Komitmen pribadiku:
Aku ingin lebih peka terhadap orang yang tampak sendirian, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarku. Jika ada teman yang duduk sendiri, aku ingin berani menyapanya. Jika ada orang yang tampak membutuhkan bantuan, aku ingin lebih cepat bertindak. Pelayanan kepada oma dan opa mengajarkanku bahwa perhatian kecil bisa membuat orang lain merasa dihargai.


Aku juga berkomitmen untuk melayani dengan hati yang rendah, seperti Bunda Maria. Aku ingin mencoba membantu tanpa perlu dilihat, dan mencintai tanpa perlu dihargai.

Pengalaman Saint Mary Way bukan sekadar kegiatan pelayanan, tetapi sebuah perjalanan batin—perjalanan untuk melihat lebih dalam, mendengar lebih jujur, dan bertindak lebih nyata. Semoga aku bisa melanjutkan semangat itu di setiap langkah hidupku.






Kamis, 23 Oktober 2025

konversi bilangan

 

Pengertian Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah cara untuk menuliskan suatu nilai dengan simbol tertentu.
Dalam komputer dan matematika digital, kita sering menggunakan beberapa sistem bilangan




Kamis, 02 Oktober 2025

OUTING SMP SANTA MARIA

 Tujuan pertama kita ke Komunitas Hong. Pas sampe sana, suasananya adem, banyak pohon, dan tempatnya nuansa tradisional banget. Kita diajak buat kenalan sama permainan zaman dulu. Ada yang main egrang, congklak, bakiak, dan banyak lagi yang udah jarang kita liat sekarang. Ternyata seru banget, walaupun awalnya agak kagok maininnya. Selain main, kita juga diceritain soal pentingnya jaga budaya dan permainan tradisional biar nggak ilang ditelan zaman. Seru, rame, tapi juga banyak pelajaran yang bisa dipetik.

Abis dari sana, kita lanjut ke Batik Komar. Tempatnya penuh sama kain batik yang keren-keren. Kita dikasih penjelasan soal batik—mulai dari sejarah, jenis-jenisnya, sampe cara buatnya. Tapi yang paling ditunggu-tunggu tuh pas kita diajak nyobain ngebatik sendiri. Ternyata nggak gampang, Pegang canting aja susah, apalagi bikin garis yang rapi. Tapi seru banget, apalagi pas liat hasil akhirnya. Meskipun belepotan, tetep bangga karena itu hasil karya sendiri.Outing kali ini bener-bener seru dan beda dari biasanya. Nggak cuma jalan-jalan doang, tapi juga dapet pengalaman baru yang nggak bisa ditemuin di sekolah. Di Komunitas Hong, kita jadi tau dan ngerasain langsung serunya mainan tradisional yang udah mulai langka. Di Batik Komar, kita belajar proses bikin batik dan nyoba sendiri, meskipun ribet tapi puas banget liat hasilnya.






Kamis, 25 September 2025

SMP SANTA MARIA

Disekolah smp santa maria, pengalaman saya di sekolah itu sangat seru banyak banget karena banyak teman teman dan guru guru yang asik, salah satu pengalamzan yang saya sangat suka itu saat outing dari kelas 7, 8, 9, Biasanya aku nyampe jam 6.30, ya walau kadang suka telat juga sih, tergantung bangun kesiangan atau enggaknya. Kalau udah nyampe, aku langsung nyari temen-temenku. Kita biasa nongkrong di bangku deket kantin, sambil ngobrolin hal random nunggu bel masuk.

Guru-gurunya di sini lumayan seru. Ada yang nyantai, ada juga yang galak. 

Pelajaran favoritku tuh olahraga Soalnya kita bisa bebas berolahraga dan bermain, contoh nya futsal, basdket, badminton dan lain lain, selain itu extrakulikuler di smp santa maria banyak sekali salah satu eskul yang saya suka
dan minati yaitu futsal. itu pengalaman saya di santa maria.

PRA ASAJ

WOW PRA ASAJ 1. Pendahuluan Kegiatan a. Tujuan Kegiatan Pra ASAJ merupakan kegiatan ulangan atau evaluasi yang dilakukan sebelum pelaksana...