Kamis, 27 November 2025

SAINT MARY WAY




 SAINT MARY WAY




Reflection on the Saint Mary Way Activity – 11 October 2025

On 11 October 2025, we held the Saint Mary Way activity at a nursing home. We began by gathering in the hall and praying so that the event would run smoothly. The day felt special because we wanted not only to entertain the grandmothers, but also to learn about the meaning of serving others.

The moment that stayed with me the most happened during the ball-passing game. When the music stopped, the ball landed on a quiet grandmother. At first she seemed shy, but then she slowly began to talk. She shared stories about her youth in Sulawesi, her children who now live far away, and the loneliness she sometimes feels. Her trembling hands, gentle voice, and honesty touched my heart deeply.

The room became very quiet, as if everyone wanted to honor her life story. I also remember another joyful moment when a grandmother sang a Chinese song while lying down, making everyone laugh and smile.

From this experience, I realized the values of Mother Mary: humility and compassion. Like Mary, we were invited to listen, be present, and care sincerely, even through simple actions. I also felt God’s presence—in the grandmother’s honesty, in the strength of the elderly, in our small acts of service, and in the peaceful prayer at the end.

I learned something about myself too. I discovered that I could be more patient and gentle than I thought. I managed to stay calm, help the elderly, and make them feel comfortable through small actions like smiling or holding their hand.

From this, I chose one small habit to continue in daily life: to greet and pay attention to people who seem alone, whether at school or anywhere else. A simple smile or short conversation can mean a lot.

The Saint Mary Way activity was not just a service activity, but a meaningful journey—to see deeper, listen sincerely, and act with compassion.



Senin, 24 November 2025

PELAYANAN PANTI WERDA




MELIHAT KEMBALI PENGALAMAN PELAYANAN DI PANTI WERDA 


Refleksi Kegiatan Saint Mary Way – 11 Oktober 2025


SEE (MELIHAT)

“Melihat Kembali Pengalaman Pelayanan di Panti Wreda”

Pada 11 Oktober 2025, kami melaksanakan kegiatan Saint Mary Way di panti werda, sebuah kegiatan yang sudah kami persiapkan sejak beberapa minggu sebelumnya. Seperti biasa, kami memulai dengan berkumpul di aula dan berdoa bersama supaya Tuhan menyertai seluruh rangkaian acara. Suasananya terasa hangat, dan hari itu terasa istimewa karena kami tidak hanya ingin menghibur para oma tetapi juga ingin belajar memahami makna pelayanan yang sebenarnya.

Kegiatan diawali dengan menyanyi bersama. Lagu-lagu sederhana yang kami bawakan langsung membuat suasana ceria. Beberapa oma tersenyum, beberapa ikut bernyanyi pelan. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan permainan oper bola. Inilah momen yang paling membekas bagiku. Ketika musik berhenti, bola jatuh di pangkuan seorang oma yang sejak awal tampak pendiam. Ia hanya tersenyum kecil sepanjang kegiatan, seolah ingin ikut aktif tetapi masih ragu.

Namun ketika bola berhenti padanya, semuanya berubah. Kami semua menatapnya dengan lembut, menunggu ia berbicara. Awalnya aku khawatir ia akan menolak, tetapi beberapa detik kemudian, ia mulai bercerita dengan suara pelan. Ia mengenang masa mudanya di Sulawesi, tentang anak-anaknya yang tinggal jauh, dan tentang rasa sepi yang kadang muncul walaupun ia dikelilingi teman-temannya di panti.

Yang aku lihat saat itu adalah tangannya yang sedikit bergetar sambil memegang bola biru kecil. Yang aku dengar adalah suara lembutnya yang kadang terhenti. Yang aku rasakan adalah campuran hangat dan sedih—hangat karena ia mau membagikan cerita yang begitu pribadi, dan sedih karena aku menyadari bahwa di balik senyum para lansia, ada cerita panjang yang mungkin jarang mereka bagi.

Selain itu, ada satu momen lain yang membuat suasana semakin hidup. Seorang nenek tiba-tiba bernyanyi lagu berbahasa Mandarin sambil berdiri. Suaranya lembut namun ceria, dan membuat seluruh ruangan tertawa kecil dan tersenyum.

Peranku pada hari itu cukup beragam. Aku membantu membagikan makanan, menemani oma mengobrol, dan ikut memimpin permainan. Aku juga berusaha menyapa mereka satu per satu supaya mereka merasa diperhatikan. Walaupun kadang aku lelah atau bingung harus melakukan apa, aku mencoba tetap tenang dan tersenyum.

Semua momen itu membuatku benar-benar melihat pelayanan bukan hanya sebagai kegiatan sekolah, tetapi sebagai pengalaman yang menyentuh hati.


JUDGE (MENILAI)
 

Ketika merenungkan pengalaman “See” tadi, aku menyadari bahwa nilai-nilai Spiritualitas Maria hadir dengan sangat jelas dalam pelayanan ini.

1. Rendah Hati
Melalui kegiatan ini, aku belajar bahwa pelayanan tidak harus besar dan mencolok. Aku tidak melakukan hal luar biasa—hanya membantu, mendengarkan, dan menyapa. Namun rasanya justru di situlah letak kerendahan hati. Aku melayani tanpa mengharapkan pujian, tanpa perlu terlihat paling hebat atau paling sibuk. Ada kebahagiaan yang sederhana ketika aku melihat oma tersenyum karena cerita yang ia bagikan didengarkan dengan tulus.

2. Setia
Pengalaman ini memperkuat rasa setiaku pada imanku. Aku merasakan bahwa setiap tindakan kecil dalam pelayanan adalah bagian dari panggilan sebagai murid Kristus. Saat kami berdoa bersama di akhir kegiatan, aku benar-benar merasakan kedekatan dengan Tuhan dan Gereja. Rasanya seperti Tuhan mengingatkan bahwa pelayanan adalah bagian dari perjalanan iman yang tidak boleh diabaikan.

3. Melakukan Kehendak Allah
Aku melihat “tangan Tuhan” hadir dalam kehangatan suasana hari itu. Tuhan hadir dalam keberanian oma yang mau bercerita, dalam tawa mereka saat bernyanyi, dan dalam ketenangan yang muncul ketika kami mendengarkan. Pelayanan ini menjadi wujud kasih kepada Tuhan melalui kasih kepada sesama. Seperti tertulis dalam imamat 19:32: "Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menghormati orang yang tua, dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN."
Aku merasakan bahwa menghormati mereka bukan hanya tugas, tetapi ungkapan cinta yang Tuhan kehendaki.

---

ACT (BERTINDAK)

Pengalaman ini membuatku bertanya kepada diriku sendiri: Setelah semua yang aku alami, apa yang harus kulakukan?

Aku menyadari bahwa aku ingin melanjutkan pelayanan ini dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus dengan selalu pergi ke panti wreda atau mengikuti acara besar—tetapi melalui tindakan kecil yang konsisten.

Komitmen pribadiku:
Aku ingin lebih peka terhadap orang yang tampak sendirian, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarku. Jika ada teman yang duduk sendiri, aku ingin berani menyapanya. Jika ada orang yang tampak membutuhkan bantuan, aku ingin lebih cepat bertindak. Pelayanan kepada oma dan opa mengajarkanku bahwa perhatian kecil bisa membuat orang lain merasa dihargai.


Aku juga berkomitmen untuk melayani dengan hati yang rendah, seperti Bunda Maria. Aku ingin mencoba membantu tanpa perlu dilihat, dan mencintai tanpa perlu dihargai.

Pengalaman Saint Mary Way bukan sekadar kegiatan pelayanan, tetapi sebuah perjalanan batin—perjalanan untuk melihat lebih dalam, mendengar lebih jujur, dan bertindak lebih nyata. Semoga aku bisa melanjutkan semangat itu di setiap langkah hidupku.






Kamis, 23 Oktober 2025

konversi bilangan

 

Pengertian Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah cara untuk menuliskan suatu nilai dengan simbol tertentu.
Dalam komputer dan matematika digital, kita sering menggunakan beberapa sistem bilangan




Kamis, 02 Oktober 2025

OUTING SMP SANTA MARIA

 Tujuan pertama kita ke Komunitas Hong. Pas sampe sana, suasananya adem, banyak pohon, dan tempatnya nuansa tradisional banget. Kita diajak buat kenalan sama permainan zaman dulu. Ada yang main egrang, congklak, bakiak, dan banyak lagi yang udah jarang kita liat sekarang. Ternyata seru banget, walaupun awalnya agak kagok maininnya. Selain main, kita juga diceritain soal pentingnya jaga budaya dan permainan tradisional biar nggak ilang ditelan zaman. Seru, rame, tapi juga banyak pelajaran yang bisa dipetik.

Abis dari sana, kita lanjut ke Batik Komar. Tempatnya penuh sama kain batik yang keren-keren. Kita dikasih penjelasan soal batik—mulai dari sejarah, jenis-jenisnya, sampe cara buatnya. Tapi yang paling ditunggu-tunggu tuh pas kita diajak nyobain ngebatik sendiri. Ternyata nggak gampang, Pegang canting aja susah, apalagi bikin garis yang rapi. Tapi seru banget, apalagi pas liat hasil akhirnya. Meskipun belepotan, tetep bangga karena itu hasil karya sendiri.Outing kali ini bener-bener seru dan beda dari biasanya. Nggak cuma jalan-jalan doang, tapi juga dapet pengalaman baru yang nggak bisa ditemuin di sekolah. Di Komunitas Hong, kita jadi tau dan ngerasain langsung serunya mainan tradisional yang udah mulai langka. Di Batik Komar, kita belajar proses bikin batik dan nyoba sendiri, meskipun ribet tapi puas banget liat hasilnya.






Kamis, 25 September 2025

SMP SANTA MARIA

Disekolah smp santa maria, pengalaman saya di sekolah itu sangat seru banyak banget karena banyak teman teman dan guru guru yang asik, salah satu pengalamzan yang saya sangat suka itu saat outing dari kelas 7, 8, 9, Biasanya aku nyampe jam 6.30, ya walau kadang suka telat juga sih, tergantung bangun kesiangan atau enggaknya. Kalau udah nyampe, aku langsung nyari temen-temenku. Kita biasa nongkrong di bangku deket kantin, sambil ngobrolin hal random nunggu bel masuk.

Guru-gurunya di sini lumayan seru. Ada yang nyantai, ada juga yang galak. 

Pelajaran favoritku tuh olahraga Soalnya kita bisa bebas berolahraga dan bermain, contoh nya futsal, basdket, badminton dan lain lain, selain itu extrakulikuler di smp santa maria banyak sekali salah satu eskul yang saya suka
dan minati yaitu futsal. itu pengalaman saya di santa maria.

Rabu, 24 September 2025

Main futsal di era digital


Di tengah serbuan teknologi yang makin canggih, hobi main futsal ternyata masih jadi pilihan favorit banyak pelajar. Meski kelihatannya nggak ada hubungannya sama teknologi, sebenarnya futsal juga bisa banget dikolaborasiin sama dunia digital dan dunia sekolah. Jadi, main bola gak cuma buat keringetan doang, tapi bisa jadi hobi yang berkembang dan bermanfaat.

Contohnya, sekarang banyak banget aplikasi dan teknologi yang bisa bantu ningkatin skill main futsal. Ada aplikasi buat ngatur strategi tim, tracking pergerakan pemain, sampai ngukur seberapa jauh kita lari di lapangan menggunakan strava, Bahkan ada juga konten-konten latihan futsal di YouTube atau TikTok yang bisa dipelajarin bareng temen-temen tim. Jadi, gak perlu nunggu pelatih terus, karena bisa belajar dan latihan dari mana aja.

Di sekolah pun, hobi futsal sering banget jadi penyelamat saat ada event atau perlombaan antar kelas. Yang jago main futsal biasanya langsung ditarik buat jadi ujung tombak tim. Tapi gak cuma jadi pemain aja, kalau ngerti teknologi, bisa juga jadi bagian dari tim yang ngurusin media sosial tim sekolah, bikin highlight pertandingan, atau bikin desain jersey digital pake aplikasi desain.

Yang paling seru, futsal juga ngajarin banyak hal penting yang gak selalu didapet dari buku pelajaran. Misalnya kerja sama tim, strategi, fokus, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini bisa banget dibawa ke pelajaran dan kehidupan sehari-hari. Jadi walaupun hobi kamu lebih ke arah fisik, tetep bisa nyambung sama perkembangan teknologi dan kegiatan sekolah.

Intinya, di zaman serba digital kayak sekarang, hobi apapun bisa dikembangkan lebih jauh, termasuk futsal. Asal kita kreatif dan mau ngulik, futsal bukan cuma soal ngegolin di lapangan, tapi juga bisa jadi jalan buat berkembang secara pribadi dan bahkan berprestasi di sekolah.



Rabu, 17 September 2025

Artikel pemanfaatan teknologi


PEMANFAATAN TEKNOLOGI


 Sekarang ini, teknologi udah jadi bagian penting dari hidup kita. Hampir semua hal bisa dilakukan lebih gampang karena bantuan teknologi. Mulai dari ngobrol sama temen yang jauh, belajar online, sampai belanja kebutuhan sehari-hari — semuanya bisa lewat HP atau laptop. Gak heran kalau hidup terasa makin praktis berkat kemajuan teknologi.

Contohnya aja dalam hal komunikasi. Dulu, kalau mau ngobrol sama orang yang jauh, harus nunggu surat yang bisa berhari-hari nyampenya. Tapi sekarang? Tinggal buka WhatsApp atau video call, langsung bisa ngobrol detik itu juga. Teknologi bener-bener bikin hubungan antarorang makin deket, walaupun jaraknya jauh.

Di dunia pendidikan juga kerasa banget manfaatnya. Sekarang belajar gak harus di kelas. Banyak banget platform belajar online yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. Bahkan, kalau ketinggalan materi, tinggal nonton ulang videonya atau baca modulnya. Waktu pandemi kemarin, teknologi ini jadi penyelamat banget buat para pelajar dan guru.

Gak cuma buat belajar dan ngobrol, teknologi juga bantu banget di dunia usaha. Sekarang banyak banget orang jualan online lewat marketplace atau media sosial. Gak perlu punya toko fisik, cukup upload foto produk, terus promosiin. Pembeli juga tinggal klik, bayar, dan barang langsung dikirim ke rumah. Praktis banget, kan?

Tapi, semua kemudahan ini tetap harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai kita jadi kecanduan main HP atau malah nyebarin info yang belum tentu bener. Teknologi itu alat bantu, bukan segalanya. Kalau dipakai dengan cara yang tepat, hidup kita bisa jauh lebih gampang dan efisien.




sumber : https://sevima.com/pemanfaatan-teknologi-informasi-dalam-pendidikan-masa-kini/

SAINT MARY WAY

 SAINT MARY WAY Reflection on the Saint Mary Way Activity – 11 October 2025 On 11 October 2025, we held the Saint Mary Way activity at a n...